Book Review : Origin - Dan Brown



source : twitter.com
Cikarang, 11 Maret 2017

Aku ga tau kalau Dan Brown akan menerbitkan buku baru, judulnya Origin. Bukunya sudah ada sejak Des 2017 lalu, tapi baru sempat dibaca di awal tahun ini. Maklum ada beberapa buku yang masih antri. Goal tahun ini bisa menyelesaikan 3 buku setiap bulan. So it will be some book review every month. Bare with me! Oke sekarang kita masuk ke reviewnya...

Ceritanya tentang pembunuhan seorang jenius, teman dekat dari Robert Langdon, saat dirinya ingin mengungkap darimana manusia berasal, dan akan kemana manusia setelah tiada. Edmond Kirsch akan mengungkap hal yang kontroversi karena bukan dilihat dari sisi agama tapi sisi ilmu pengetahuan. Alasan ini yang membuat beberapa pihak tidak setuju dan berusaha menghalangi Kirsch. Pertemuan diadakan di museum Guggenheim di Bilbao atas bantuan Direktur museum tersebut, Ambra Vidal yang adalah tunangan Raja Spanyol. Pertemuan itu diakhiri dengan terbunuhnya Kirsch tepat sebelum teorinya diungkap. Atas permintaan Kirsch sendiri, Robert Langdon dan Ambra Vidal bersama-sama berusaha mengungkap teori tersebut ke masyarakat umum. Kerumitan muncul saat video tersebut diproteksi dengan kata sandi yang diambil dari puisi favorit Kirsch, dan mereka diburu oleh pembunuh bayaran yang diperintah oleh Raja Spanyol sendiri. Apakah benar Raja yang memerintahkan pembunuhan Kirsch ? Berhasilkah mereka ?

Terbiasa dengan cerita Dan Brown, bukunya menghipnotis dari awal sampai akhir. Buku ini diselesaikan dalam waktu seminggu. Cukup membanggakan mengingat buku ini memiliki 480 halaman. Alur ceritanya mengalir sempurna dan membagikan misteri yang sukses membuat pembacanya penasaran. Misteri ini yang dipertahankan Dan Brown dalam setiap bukunya, sehingga kita menebak-nebak dalang dari pembunuhan itu. Cerita yang sempurna ini sekali lagi harus dihancurkan dengan akhir cerita yang antiklimaks. Sekali lagi ? Yup, mirip dengan buku Dan Brown lainnya, The Lost Symbol. Untuk penggemar Dan Brown, buku ini bisa menjadi koleksi dan nostalgia dengan cara bercerita Dan Brown yang sangat khas.


Comments